Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Amalan Sunnah Hari Jumat: 7 Amalan Praktis dari Pagi sampai Sore agar Jumat Tidak Berlalu Begitu Saja

Masjid berkubah putih di pagi hari Jumat dengan Al-Qur'an terbuka di atas rehal dan jamaah berpakaian putih berjalan menuju masjid

Amalan sunnah hari Jumat yang paling mudah diamalkan adalah: mandi Jumat dan memakai pakaian terbaik, bersegera ke masjid dan menyimak khutbah dengan tenang, membaca Surat Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, bersedekah, dan memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa — terutama setelah Ashar. Tujuh amalan ini tidak menuntut waktu khusus yang panjang; sebagian besar bisa menyatu dengan rutinitas Jumat yang sudah berjalan.

Mengapa Jumat begitu istimewa? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari surga." (HR. Muslim). Jumat juga disebut sebagai hari raya mingguan umat Islam. Allah Ta'ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli." (QS. Al-Jumu'ah: 9). Ayat ini menjadi dasar mengapa Jumat bukan sekadar hari kerja biasa, melainkan hari yang pantas disiapkan.

1. Mandi Jumat, bersiwak, dan memakai pakaian terbaik

Mandi pada hari Jumat adalah sunnah yang sangat ditekankan, terutama bagi yang hendak menghadiri shalat Jumat. Lengkapi dengan bersiwak atau menggosok gigi, memotong kuku bila perlu, memakai pakaian yang paling baik dan bersih, serta memakai wewangian bagi laki-laki. Persiapan ini bukan soal penampilan semata. Ia adalah bentuk memuliakan hari yang dimuliakan Allah, sekaligus adab terhadap jamaah lain di masjid. Mulailah dari sini: siapkan pakaian Jumat sejak malam sebelumnya, agar pagi tidak terburu-buru.

2. Bersegera ke masjid dan datang lebih awal

Bersegera ke masjid adalah bagian dari amalan Jumat yang sering terlewat karena kesibukan. Padahal, datang lebih awal memberi banyak keuntungan: mendapat shaf depan, sempat shalat sunnah tahiyatul masjid dan membaca Al-Qur'an dengan tenang, serta terhindar dari melangkahi pundak jamaah karena datang terlambat. Usahakan berangkat sebelum khutbah dimulai, bukan saat iqamah sudah dikumandangkan. Jika pekerjaan menuntut kehadiran sampai siang, bicarakan sejak awal dengan atasan atau atur jadwal agar waktu Jumat terlindungi.

3. Menunaikan shalat Jumat dan menyimak khutbah dengan khusyuk

Bagi laki-laki Muslim yang baligh, berakal, dan tidak memiliki uzur syar'i, shalat Jumat adalah kewajiban, bukan pilihan. Datanglah dengan niat ibadah, duduk dengan tenang, dan simak khutbah tanpa berbicara, bermain gawai, atau mengobrol dengan jamaah di sebelah. Diam saat khutbah bukan sekadar etika; ia bagian dari kesempurnaan Jumat itu sendiri. Setelah shalat, sempatkan dzikir dan shalat sunnah ba'diyah dengan tenang, tidak langsung bergegas keluar masjid.

Bagi perempuan, shalat Jumat tidak diwajibkan. Perempuan tetap mendapatkan keutamaan hari Jumat melalui amalan lainnya — membaca Al-Kahfi, shalawat, sedekah, dan doa — dan menunaikan shalat Zhuhur di rumah pada waktunya.

4. Membaca Surat Al-Kahfi

Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat adalah amalan yang paling dikenal dan paling mudah dijadwalkan. Dalam riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi disebutkan, barang siapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan disinari cahaya di antara dua Jumat. Surat ini terdiri dari 110 ayat dan memuat empat kisah besar: Ashabul Kahfi, pemilik dua kebun, Musa dan Khidir, serta Dzulqarnain. Jika membaca satu surat penuh terasa berat, bacalah secara bertahap: sebagian setelah Subuh, sebagian sebelum atau sesudah Jumat, dan sisanya setelah Ashar. Membaca malam Jumat — yakni Kamis malam — juga termasuk dalam keutamaan ini menurut sebagian ulama, karena malam Jumat sudah masuk hitungan hari Jumat dalam penanggalan Hijriah.

5. Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan umatnya memperbanyak shalawat pada hari Jumat, karena shalawat yang kita baca akan disampaikan kepada beliau. Tidak ada jumlah khusus yang wajib; yang penting adalah memperbanyak dengan hati yang hadir. Shalawat bisa dibaca di sela-sela aktivitas: dalam perjalanan ke masjid, sambil menunggu khutbah, atau setelah shalat. Jadikan Jumat sebagai hari "shalawat terbanyak" dalam sepekan, misalnya dengan menargetkan seratus kali shalawat yang dibaca perlahan dan dipahami maknanya, bukan sekadar mengejar angka.

6. Bersedekah pada hari Jumat

Sedekah di hari Jumat memiliki nilai lebih. Imam Asy-Syafi'i dalam kitab al-Umm menyebutkan bahwa pada hari Jumat pahala sedekah dilipatgandakan. Bentuknya tidak harus besar: mengisi kotak infak masjid, mentraktir teman, membantu tetangga yang kesulitan, atau menyalurkan donasi melalui lembaga terpercaya. Yang terpenting adalah keikhlasan dan keberlanjutan. Jika setiap Jumat menyisihkan sebagian kecil rezeki untuk sedekah, dalam setahun terkumpul kebiasaan baik yang sulit ditandingi oleh sedekah besar yang hanya sesekali.

7. Berdoa di waktu mustajab, terutama setelah Ashar

Pada hari Jumat terdapat satu waktu yang sangat istimewa: doa yang dipanjatkan pada waktu itu besar peluangnya dikabulkan Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa pada hari Jumat ada satu saat, tidaklah seorang Muslim memohon kebaikan kepada Allah pada saat itu, melainkan Allah akan mengabulkannya (HR. Muslim). Para ulama berbeda pendapat tentang kapan tepatnya waktu itu. Pendapat yang paling masyhur menyebut dua waktu: antara duduknya khatib di mimbar hingga selesai shalat Jumat, dan waktu setelah Ashar hingga matahari terbenam. Karena itu, luangkan waktu setelah Ashar pada hari Jumat untuk berdoa dengan sungguh-sungguh: untuk diri sendiri, keluarga, orang tua, guru, dan kaum Muslimin. Doa bisa dipanjatkan dalam bahasa Indonesia, dengan bahasa yang tulus dan spesifik.

Checklist praktis hari Jumat

Pagi: mandi, pakaian terbaik, wewangian. Sebelum Zhuhur: berangkat awal ke masjid, tahiyatul masjid, baca Al-Kahfi. Siang: shalat Jumat dan simak khutbah dengan khusyuk. Sore: lanjutkan Al-Kahfi bila belum selesai, perbanyak shalawat, bersedekah, dan berdoa setelah Ashar. Tempelkan checklist ini di tempat yang mudah terlihat, dan tandai amalan yang sudah dilakukan setiap pekan. Istiqamah dalam amalan kecil jauh lebih berharga daripada semangat besar yang hanya bertahan satu Jumat.

Tanya jawab singkat

Apakah perempuan wajib shalat Jumat? Tidak. Perempuan menunaikan shalat Zhuhur dan tetap bisa mengamalkan amalan Jumat lainnya.

Apakah membaca Al-Kahfi harus selesai dalam sekali duduk? Tidak harus. Boleh dicicil sepanjang hari Jumat.

Apakah waktu mustajab hanya setelah Ashar? Tidak. Ada pendapat yang menyebut waktu antara khutbah hingga selesai shalat Jumat. Menghidupkan keduanya adalah cara paling aman.

Penutup

Hari Jumat akan datang setiap pekan, dengan atau tanpa persiapan dari kita. Bedanya, Jumat yang dipersiapkan akan terasa sebagai hari raya kecil yang menenangkan, sedangkan Jumat yang dibiarkan berlalu hanya menjadi jeda antar hari kerja. Mulailah dari satu amalan yang paling mudah — misalnya membaca Al-Kahfi atau memperbanyak shalawat — lalu tambahkan satu amalan lagi setiap pekan. Semoga Allah menerima amal kita, mengampuni dosa di antara dua Jumat, dan menjadikan Jumat ini lebih baik daripada Jumat sebelumnya.

Qolam Post
Qolam Post Qolam Post adalah wadah untuk berbagi informasi tentang berbagai hal, semoga pengunjung senang dengan informasi dari kami, jangan lupa share jika info ini bermanfaat. facebook twitter instagram

Post a Comment for "Amalan Sunnah Hari Jumat: 7 Amalan Praktis dari Pagi sampai Sore agar Jumat Tidak Berlalu Begitu Saja"