Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dzikir Pagi Petang: Bacaan Ringkas 10 Menit untuk Pemula, Lengkap dengan Waktu dan Keutamaannya

Dua tangan memegang tasbih kayu di dekat jendela terbuka pada pagi hari, dengan pemandangan atap rumah dan masjid di kejauhan

Dzikir pagi petang adalah rangkaian bacaan yang dibaca pada pagi hari setelah Subuh dan pada petang hari setelah Ashar, dengan bacaan inti yang sama untuk keduanya: taawudz, Ayat Kursi satu kali, tiga surah terakhir (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) masing-masing tiga kali, doa memasuki pagi atau petang, "Bismillahilladzi laa yadhurru" tiga kali, dan "Rodhiitu billahi robba" tiga kali. Versi ringkas ini hanya membutuhkan sekitar sepuluh menit, dan itulah yang membuat amalan ini bisa bertahan: bukan yang paling panjang, melainkan yang paling mungkin diulang setiap hari.

Allah Ta'ala memerintahkan dzikir pada dua waktu ini secara langsung: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." (QS. Al-Ahzab: 41–42). Dalam ayat lain: "Bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (QS. Qaf: 39). Pagi dan petang adalah dua gerbang hari: pagi membuka hari dengan perlindungan, petang menutup hari dengan penjagaan malam. Orang yang mengisi kedua gerbang itu dengan dzikir sedang memasang benteng di awal dan akhir harinya.

Waktu dzikir pagi dan petang

Dzikir pagi dibaca setelah shalat Subuh hingga matahari meninggi (waktu Dhuha). Bila terlewat karena kesibukan, masih bisa dibaca selama masih pagi, tetapi usahakan tepat setelah Subuh agar menjadi kebiasaan yang menempel pada shalat. Dzikir petang dibaca setelah masuk waktu Ashar hingga menjelang Isya. Waktu yang paling mudah diingat: dzikir pagi bersamaan dengan rutinitas setelah Subuh, dzikir petang bersamaan dengan pulang kerja atau setelah Ashar sebelum Maghrib. Menempelkan dzikir pada rutinitas yang sudah ada adalah kunci istiqamah — jangan menunggu waktu luang yang khusus, karena waktu luang itu jarang datang.

Bacaan inti dzikir pagi petang

Berikut urutan ringkas yang bisa dibaca pagi dan petang, dengan penyesuaian doa pembukanya:

Pertama, taawudz: "A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim" (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).

Kedua, Ayat Kursi satu kali (QS. Al-Baqarah: 255). Ayat ini adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an, berisi pengakuan atas keesaan, kehidupan, dan kekuasaan Allah yang tidak pernah mengantuk dan tidak tidur. Membacanya pagi dan petang adalah bentuk penyerahan diri kepada penjagaan Allah sepanjang hari dan malam.

Ketiga, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, masing-masing tiga kali. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Abdullah bin Khubaib, "Bacalah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada pagi dan petang tiga kali; itu mencukupimu dari segala sesuatu." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Tiga surah pendek ini adalah perlindungan yang paling padat: tauhid yang murni, perlindungan dari kejahatan makhluk dan malam yang gelap, serta perlindungan dari bisikan setan.

Keempat, doa memasuki pagi atau petang, satu kali. Pagi: "Allahumma bika ashbahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur" (Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki pagi dan petang, dengan-Mu kami hidup dan mati, dan kepada-Mu kami kembali). Petang: bacaan yang sama dengan urutan "amsaynaa" didahulukan: "Allahumma bika amsaynaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikalmashiir."

Kelima, "Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa-i wa huwas samii'ul 'aliim" tiga kali. Artinya: "Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Bacaan ini adalah doa perlindungan harian yang diajarkan Nabi, dan siapa yang membacanya tiga kali pagi dan petang tidak akan ditimpa musibah secara tiba-tiba, dengan izin Allah.

Keenam, "Rodhiitu billaahi robbaa wa bil islaami diinaa wa bi Muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama nabiyya" tiga kali. Artinya: "Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi." Bacaan ini mengikat kembali tiga pokok keimanan setiap pagi dan petang, sehingga hari dimulai dan diakhiri dengan penegasan identitas.

Ketujuh, sebagai penutup, "Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa, 'alaihi tawakkaltu wa huwa robbul 'arsyil 'azhiim" tujuh kali pada pagi dan petang. Artinya: "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada ilah selain Dia, kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb 'Arsy yang agung." Tujuh kali ini adalah tawakal yang diucapkan, bukan sekadar dirasakan.

Bila masih ada waktu, tambahkan tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing seratus kali atau semampunya, serta shalawat kepada Nabi. Tetapi jangan jadikan tambahan itu syarat: versi tujuh bacaan inti di atas sudah cukup untuk disebut dzikir pagi petang yang sah dan bermanfaat. Yang merusak istiqamah bukanlah bacaan yang pendek, melainkan target yang terlalu panjang lalu ditinggalkan sama sekali.

Keutamaan dzikir pagi petang

Keutamaan terbesarnya sudah disebut dalam hadits di atas: tiga surah terakhir yang dibaca pagi dan petang "mencukupi dari segala sesuatu." Ulama menjelaskan bahwa kecukupan itu mencakup perlindungan dari kejahatan manusia, jin, dan musibah, serta kecukupan hati dari kegelisahan. Selain itu, dzikir adalah obat hati yang paling mudah diakses. Allah berfirman, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28). Orang yang memulai hari dengan mengingat Allah akan menjalani harinya dengan hati yang lebih tenang, dan orang yang menutup hari dengan mengingat Allah akan tidur dengan hati yang lebih lapang.

Ada pula keutamaan praktis yang sering luput: dzikir pagi petang melatih kehadiran hati. Sepuluh menit yang dihabiskan untuk membaca dengan perlahan dan memahami artinya jauh lebih berharga daripada tiga puluh menit membaca cepat tanpa memahami. Karena itu, bacalah dengan tartil, berhenti sejenak pada artinya, dan hadirkan hati — terutama pada Ayat Kursi dan tiga surah terakhir.

Cara memulai dari nol

Bila selama ini belum pernah rutin, mulailah dari tiga bacaan saja selama sepekan: Ayat Kursi satu kali, tiga surah terakhir tiga kali, dan "Bismillahilladzi" tiga kali. Setelah sepekan terasa ringan, tambahkan doa pagi/petang dan "Rodhiitu". Pekan berikutnya, lengkapi dengan "Hasbiyallah" tujuh kali. Cara bertahap ini lebih berhasil daripada langsung menghafal daftar panjang pada hari pertama. Simpan daftar bacaan ini di ponsel atau tempel di dekat tempat shalat, dan baca dari daftar itu sampai hafal dengan sendirinya — tidak perlu malu membaca dari catatan, karena tujuannya adalah istiqamah, bukan hafalan cepat.

Tanya jawab singkat

Apakah dzikir pagi petang harus dibaca lengkap seperti di buku-buku tebal? Tidak harus. Bacaan inti di atas sudah memadai; versi lengkap adalah tambahan, bukan syarat sah.

Apakah boleh membaca dzikir pagi petang sambil beraktivitas, misalnya di perjalanan? Boleh, selama dibaca dengan adab dan tidak dalam keadaan yang tidak pantas. Yang utama adalah dibaca, bukan ditunda hingga lupa.

Apakah dzikir petang masih sah bila dibaca setelah Maghrib? Masih bermanfaat, tetapi waktu utamanya adalah setelah Ashar hingga menjelang Isya. Usahakan pada waktu utamanya.

Penutup

Hari kita dibuka dan ditutup oleh dua gerbang: pagi dan petang. Dzikir pagi petang adalah cara mengisi kedua gerbang itu dengan perlindungan, ketenangan, dan penegasan iman — hanya sepuluh menit, tujuh bacaan inti, setiap hari. Mulailah besok pagi setelah Subuh: taawudz, Ayat Kursi, tiga surah terakhir, doa pagi, "Bismillahilladzi", "Rodhiitu", dan "Hasbiyallah". Bila satu hari terlewat, jangan menghakimi diri; lanjutkan pada waktu berikutnya. Hati yang tenteram tidak dibangun dalam sehari, tetapi dibangun setiap pagi dan setiap petang.

Qolam Post
Qolam Post Qolam Post adalah wadah untuk berbagi informasi tentang berbagai hal, semoga pengunjung senang dengan informasi dari kami, jangan lupa share jika info ini bermanfaat. facebook twitter instagram

Post a Comment for "Dzikir Pagi Petang: Bacaan Ringkas 10 Menit untuk Pemula, Lengkap dengan Waktu dan Keutamaannya"